Menurut Kantor Berita ABNA, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang merupakan salah satu Perguruan Tinggi terkemuka di wilayah Timur Indonesia. Dalam memperlihatkan eksistensinya, UMI Makassar sangat aktif melaksanakan kegiatan keilmuan baik itu dalam skala Regional, Nasional bahkan internasional. Seperti baru-baru ini Senin, (5/11) melaksanakan Seminar Internasional dengan tema Persatuan Umat Islam Dunia di Auditorium Al-Jibra UMI Makassar.
"ISLAM MERUPAKAN IDEOLOGI YANG HADIR SEBAGAI AGAMA PENYEMPURNA, BUKAN HADIR SEBAGAI PENENTANG, PEMBEDA TETAPI SEBAGAI PENYATU ANTAR MANUSIA DAN PENCIPTA"
Tampilkan postingan dengan label UKHUWAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UKHUWAH. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 November 2015
GEMA PERSATUAN ISLAM DARI MAKASSAR
Ketika jahitan kebhinekaan terkoyak akibat ulah segelintir kalangan yang memaksakan tafsir tunggal atas ajaran agama, muncul seruan persatuan yang mengalir dari jantung Indonesia Timur. Senin, 5 November 2012 menjadi saksi perhelatan penting dunia Islam yang digelar di Universitas Islam terkemuka di Makassar. Sebuah seminar Internasional “Persatuan Umat Islam” diselenggarakan atas kerjasama Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dengan Kedutaan Republik Islam Iran untuk Indonesia.
Jumat, 16 November 2012
UMI, BENTENG UKHUWAH ISLAMIYAH
“Pendidikan yang diselenggarakan di UMI adalah pendidikan
dengan dasar dan paradigma Islam. Demikian halnya dakwah yang dilakukan
UMI adalah dakwah Islam. Hal ini penting untuk kembali diungkap agar
masyarakat dapat mengetahui dengan benar keberadaan UMI di tengah-tengah
masyarakat.”
H. Muh. Said Abd. Shamad, Lc, Ketua LPPI Perwakilan Indonesia Timur,
menyebut Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makassar sebagai benteng
salah satu mazhab Islam. Hal itu dinyatakan setelah Kepala Divisi
Kebudayaan Kedubes Iran mengunjungi UMI pertengahan September lalu.
Walaupun mengakui mengutip ucapan tersebut dari Ketua Yayasan Wakaf UMI,
yang belakangan diberitakan membantah hal tersebut, seorang dosen
senior UMI, Dr. Ir. Fuad Rumi, MS, menolak klaim tersebut. Baso
Mappadeceng, citizen reporter kami dari Makassar, merangkum perbincangan
masalah tersebut.
REKOMENDASI SEMINAR INTERNASIONAL PERSATUAN DUNIA UMI MAKASSAR
Bahwa merujuk pada Deklarasi Amman atau The Amman Message (9-11-2004)
yang dideklarasikan bersama oleh 200 ulama dari lebih 50 negara, yang
dikukuhkan kembali oleh pernyataan bersama lebih dari 500 ulama dan
cendekiawan Islam dari seluruh dunia pada tahun 2006, yang menyatakan
bahwa Siapapun pengikut salah satu dari empat mazhab hukum Islam Suni
(Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali), dua mazhab hukum Islam Syiah
(Ja’fari dan Zaidi), mazhab hukum Islam Ibadhi serta mazhab hukum Islam
Zahiri adalah seorang Muslim. Maka hendaknya umat Islam dengan
mazhab-mazhab yang disebutkan di atas semakin memperkokoh ukhuwah
Islamiah untuk menunjukkan Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin.
Bahwa Rasulullah Muhammad saw diutus oleh Allah swt sebagai nabi dan
rasul untuk seluruh umat manusia, menyampaikan ajaran Islam yangrahmatan
lil alamin.
SEMINAR INTERNASIONAL "ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN"
UMI Makassar Hadirkan Ulama Sunni dan Syi’ah Dalam Seminar Persatuan Islam
Senin 5 November 2012, Universitas Muslim di Makassar Sulawesi
Selatan membuat tonggak sejarah penting dalam sejarah persatuan
mazhab-mazhab Islam di Indonesia. Universitas swasta terbesar di
Indonesia Timur ini melaksanakan seminar internasional persatuan Islam
dengan menghadirkan beberapa ulama dari mazhab Sunni dan Syiah. Seminar
ini juga diakhiri dengan penandatanganan deklarasi bersama untuk
persatuan mazhab-mazhab Islam. Kami menerima laporan dan foto berikut
ini langsung dari Akbar Hamdan di Makassar.
Indonesia sebagai negeri berpenduduk Islam terbesar di dunia
seharusnya mengambil peran sentral dalam tugas-tugas pengembangan Islam.
Negeri ini dipandang mampu untuk mengambil alih tugas yang selama ini
melekat pada negara-negara Timur Tengah karena ditunjang oleh banyak
faktor. Diantaranya Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan
jauh dari Israel yang menjadi pusat konflik.
Rabu, 18 Mei 2011
RISALAH AMMAN
PERNYATAAN SIKAP KONFERENSI ISLAM INTERNASIONAL
Konferensi ini diadakan di Amman, Yordania, dengan tema “Islam Hakiki dan Perannya dalam Masyarakat Modern” (27-29 Jumadil Ula 1426 H. / 4-6 Juli 2005 M.)
Bismillahir-Rahmanir-Rahim
SALAM DAN SALAWAT SEMOGA TERCURAH PADA BAGINDA NABI MUHAMMAD DAN KELUARGANYA YANG SUCI
Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa… (Al-Nisa’,4:1) Sesuai dengan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh YTH Imam Besar Syaikh Al-Azhar, YTH Ayatollah Sayyid Ali Al-Sistani, YTH Mufti Besar Mesir, para ulama Syiah yang terhormat (baik dari kalangan Syiah Ja’fari maupun Zaidi), YTH Mufti Besar Kesultanan Oman, Akademi Fiqih Islam Kerajaan Saudi Arabia, Dewan Urusan Agama Turki, YTH Mufti Besar Kerajaan Yordania dan Para Anggota Komite Fatwa Nasional Yordania, dan YTH Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradawi; Sesuai dengan kandungan pidato Yang Mulia Raja Abdullah II bin Al-Hussein, Raja Yordania, pada acara pembukaan konferensi;
Langganan:
Postingan (Atom)